FRAKSIPKSKOTABEKASI – Terkait dengan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kota Bekasi yang ramai perihal polemic yang mencuat dikalangan sekolah, akhirnya digelar audiensi antara Sekolah Al Azhar Kota Bekasi dan Komisi I DPRD Kota Bekasi.
Hal ini dilaksanakan untuk menyampaikan keresahan atas ketidaknyamanan yang terjadi dalam pelaksanaan seleksi yang dilakukan pada tahun ini.
Agenda yang dilaksanakan di ruang rapat DPRD Kota Bekasi ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, mulai dari Kepala Dinas Kesatuan bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nesan Sujana, Kepala Sekolah Al Azhar Edi beserta jajarannya, pelatih Paskibraka Elisa, serta Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi mulai dari Alimudin, Fendaby Surya Putra, Ii Marlina, Nawal Husni, Rudi Heryansyah, serta Murfati Lidianto.
Alimudin menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan yang disampaikan langsung oleh sekolah terkait kondisi yang menjadi pembicaraan dan menimbulkan ketidaknyamanan tersebut dalam proses seleksi Paskibraka. Pihaknya akan menindaklanjuti secara serius, dan pihaknya mendorong agar hal ini dijalankan secara adil, transparan, dan bebas dari konflik untuk mendukung pembinaan generasi muda di Kota Bekasi.
“Kami meminta agar Kesbangpol memberikan tindakan tegas, hal ini bukan hanya soal organisasi, tapi menyangkut pembinaan karakater generasi penerus bangsa. Saya berharap tidak ada kegaduhan seperti ini,” ujarnya seperti dikutip dari Koran Nusantara.
Di lain pihak, terkait dengan polemic tersebut Kepala Kesbangpol Kota Bekasi Nesan Sujana mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan mengganti Ketua PPI Kota Bekasi. Ia juga menyatakan komitmen untuk membenahi proses seleksi ke depan agar lebih professional dan akuntabel.
Selain itu dari Komisi I berharap agar perbaikan sistem dan transparansi Paskibraka bisa diterapkan pada tahun mendatang, hal ini agar tidak terjadi lagi polemik serupa kedepan.
