FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Viralnya video Keimita Ayuni Putri Aiman—siswi SD di Bantargebang yang gagal masuk SMP Negeri—bukan hanya menyentuh hati masyarakat, tapi juga menggugah perhatian para pengambil kebijakan. Salah satunya datang dari Siti Mukhliso, anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, yang angkat suara dan menyoroti kasus ini secara serius.
Menurut Siti, Keimita bukan sekadar nama. Ia adalah simbol dari ribuan anak di negeri ini yang menghadapi realita pahit dalam sistem pendidikan. Dalam videonya, Keimita bercerita bahwa dirinya tidak diterima di salah satu SMP Negeri di Bantar Gebang. Banyak yang langsung mengaitkan penolakan ini dengan latar belakang keluarganya—anak dari seorang pemulung.
Namun, Siti meluruskan dan mengajak publik untuk melihatkar persoalan dengan jernih. Setelah dilakukan pendalaman oleh Dinas Pendidikan, ternyata penolakan bukan karena status sosial orang tua Keimita, tapi karena data kependudukan—yang tidak sesuai jalur zonasi atau jalur mutasi yang telah ditetapkan dalam sistem SPMB.
“Bukan salah Keimita lahir dari siapa atau berasal dari latar belakang apa. Kita semua tidak bisa memilih dari rahim mana kita lahir. Tapi ketika negara gagal memberi kesempatan yang adil kepada anak-anak seperti Keimita, kita semua harus bertanya: sistem seperti apa yang sedang kita jalankan?” ujar Siti, Kamis (10/7/2025).
Ia juga menegaskan, kejadian ini harus jadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan siswa baru. Sebab Keimita bukan satu-satunya. Masih banyak anak lain yang bernasib sama—hanya saja tak semua punya keberanian untuk bersuara atau kesempatan untuk viral.
Siti berharap pemerintah lebih proaktif, tidak menunggu gaduh publik baru bertindak. Pendidikan, menurutnya, adalah hak semua anak. Tidak boleh ada yang tersisih, apalagi hanya karena masalah administratif.
“Semoga ini menjadi titik balik. Agar ke depan, siapa pun anaknya, dari mana pun asalnya, tak ada lagi yang harus kecewa karena tak bisa sekolah hanya karena sistem yang tak fleksibel.”
Kini, Keimita sudah diterima di SMP Negeri 02 Setu, Kabupaten Bekasi. Tapi pekerjaan rumahnya masih banyak. Bukan hanya menerima anak-anak seperti Keimita, tapi memastikan bahwa semua anak punya jalan yang sama untuk meraih cita-citanya.
