FRAKSIPKSKOTABEKASI.ID – Terkait dengan terus meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kota Bekasi yang mencapai sekitar 6.000 kasus yang merupakan catatan dari Dinas Kesehatan, tak hanya itu diperkirakan bahwa sekitar 9.033 orang LGBT atau sekitar 0,44 persen dari total populasi di Kota Bekasi.
Sementara Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita yang sejak 2001 bergerak di Bekasi menyebutkan, jumlah LGBT di Kota Bekasi mencapai 6.176 orang yang tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya, laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) sebanyak 5.776 orang dan waria 400 orang seperti dikutip dari laman infobekasi.coo.
Perihal tersebut Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Siti Mukhliso menyampaikan bahwa LGBT dan HIV/AIDS ini setali tiga uang, semuanya memiliki keterkaitan dan hubungan yang sangat erat.
“Menurut saya, hal ini harus segera dicegah, jangan sampai semakin bertambah dan meluas nantinya,” ujar Siti Mukhliso pada Jum’at (26/9/2025).
“Untuk itu saya mendorong agar dibentuknya satgas terpadu yang bertugas melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan LGBT di Kota Bekasi ini,” tambahnya.
Satgas tersebut menurut Siti Mukhliso akan berfokus pada isu kesehatan publik, yang nantinya akan melibatkan dinas terkait, seperti Dinas Kesehatan, dan juga lembaga masyarakat seperti LSM Peduli HIV/AIDS (apakah nantinya sebagai ahli atau mitra) dan juga tokoh masyarakat.
“Saya juga mendorong agar keterlibatan komunitas LGBT dilakukan secara tidak langsung melalui LSM mitra,” imbuhnya.
“Dan kedepan harus dilakukan sosialisasi pencegahan, promosi tes HIV/AIDS, dan juga penguatan layanan kesehatan kepada masyarakat. Tak lupa dilakukan pula pendekatan kepada populasi kunci (LSL, waria dan sebagainya), hal ini untuk menjangkau kelompok beresiko tinggi, bukan sebagai pembelaan identitas, namun sebagai upaya untuk mengembalikan fitrahnya,” pungkasnya. (Rdk)
