Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, Turun Langsung Tinjau Lokasi Banjir di Pondokgede

Banjir
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah, tinjau lokasi banjir di Pondok Gede

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bekasi, H. M. Saifuddaulah pada Kamis (29/01/2026) saat Kota Bekasi diguyur hujan deras dan air kiriman dari Bogor melalui Kali Bekasi.

Pihaknya yang merupakan Anggota Dewan Dapil Kota Bekasi 5 yang meliputi Bekasi Barat dan Pondokgede tersebut langsung turun ke lapangan dan bertemu masyarakat dan tokoh setempat yang terdampak banjir.

Bacaan Lainnya

Saat kunjungan tersebut pihaknya mendapatkan banyak catatan di lapangan yang menjadi permasalahan banjir, di antaranya adalah terkait dengan buruknya drainase dan tanggul atau turab yang jebol.

“Hari ini saya meninjau dua lokasi banjir, yang pertama tadi di Perumahan Duta Indah, RW 015 Jatimakmur, rumah yang terendam cukup tinggi sampai di titik ketinggian satu meter, saya harap mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan untuk perbaikan khususnya bagi dinas terkait,” ungkapnya.

“Dan mudah-mudahan, masyarakat di wilayah RW 015, Kelurahan Jatimakmur bisa bersabar, kedepan kepada dinas terkait untuk segera bisa menyelesaikan terkait permasalahan banjir di RW 015,” tambah Saifuddaulah.

Selain itu, ia pun lanjut ke RW 011, Kelurahan Jatibening ini juga luar biasa, banjir di sini penyebabnya adalah terkait dengan jebolnya tanggul di RW 010, di Kelurahan Jatibening, luapannya mengakibatkan air melimpah sampai ke jalan.

“Dan saya mendorong kepada Dinas BMSDA juga dinas terkait agar bisa mengatasi segera permasalahan yang memang kata kuncinya adalah, yang pertama harus diselesaikan crossing jalan tol, diperbaiki dan diperlebar, termasuk juga yang ada di jembatan, ini menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Dilain pihak Ketua RW 011, Kelurahan Jatibening menyampaikan bahwa permasalahan crossing tol meminta agar saluran air yang mengalir kea rah tol itu agar segera bisa ditinggikan, sekarang ini ketinggian dan lebarnya 6 meter tapi ketinggiannya dirasa kurang efektif sekitar sisa setengah meter.

“Nah ini direncanan untuk ditinggikan menjadi 2 meter, sehingga air itu cepat keluar dari komplek perumahan ini, dan tidak menggenangi rumah warga,” tutupnya. (Rdk)

Pos terkait