Ketua Komisi II, Bersama Berbagai Elemen Lakukan Susur Kali Bekasi Guna Pemetaan Upaya Pengendalian Banjir

Kali Bekasi
Ketua Komisi II, DPRD Kota Bekasi, dalam agenda susur Kali Bekasi

FPKSPRDKOTABEKASI.ID – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, bersama dengan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) serta sejumlah pemangku kepentingan melakukan susur Sungai Kali Bekasi pada Kamis (05/03/2026).

Hal ini dilakukan usai pembahasan dalam rapat koordinasi yang difasilitasi oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi pada 26 Februari 2026 lalu terkait dengan persoalan celah tanggul Kali Bekasi sepanjang 500 meter di Kawasan Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Jatirasa, Jatiasih.

Bacaan Lainnya

Peninjauan tersebut dilakukan dimulai dari Pos Pantau KP2C, menuju kawasan PGP, Kemang Ivy Graha, Pondok Mitra Lestari, Kemang Pratama hingga berakhir di Delta Pekayon.

Latu Har Hary menyampaikan bahwa agenda susur sungai tersebut dilakukan untuk memetakan sejumlah titik yang menjadi pekerjaan rumah dalam upaya pengendalian banjir di sepanjan aliran Kali Bekasi.

Hal ini menurutnya sebagai upaya agar semua pihak bisa duduk bersama untuk membahas dan menyelesaikan terkait dengan permasalahan banjir.

“Salah satu keluhan warga PML berkaitan dengan proyek normalisasi dan penguatan tanggul di Kali Bekasi yang masuk dalam Proyek Strategis Nasioanl (PSN) dengan nilai anggaran sekitar Rp 4,7 Triliun dari APBN, namun sampai harir ini belum berjalan maksimal,” ujarnya seperti dikutip dari laman Bekasiguide.

Latu juga mengatakan bahwa proses pembangunan masih terhambat perihal sengketa lahan yang saat ini menunggu opini hukum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Pendapat hukum tersebut nantinya menjadi dasar bagi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status lahan clear and clean sebelum proses pembebasan lahan dilakukan,” terang Latu.

“Kami dari DPRD akan mendukung dari sisi anggaran maupun kebijakan pemerintah daerah, karena ini menyangkut penyelesaian banjir yang dirasakan warga di Kota Bekasi khususnya sepanjang Kali Bekasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KP2C Puarman menjelaskan normalisasi Kali Bekasi sebenarnya telah dilakukan dari titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas hingga Bendung Bekasi sepanjang 11,5 kilometer dengan anggaran sekitar Rp380 miliar.

Namun menurutnya, fungsi pengendalian banjir belum maksimal karena masih terdapat sejumlah tanggul yang belum tersambung di beberapa titik.

“Seperti kapal pesiar, sebagus apa pun kalau masih ada yang bolong di beberapa titik, tentu tidak berfungsi dengan baik,” ujar Puarman.

Pihaknya menyebut beberapa titik yang masih memiliki celah tanggul berada di kawasan Kemang Pratama sepanjang sekitar 200 meter dan di Pondok Mitra Lestari sekitar 470 meter. Selain itu, masih terdapat bagian tanggul yang belum tersambung di wilayah Kemang IFI Graha.

“Permasalahannya sepertinya dari penyiapan lahan. Ini menjadi pekerjaan rumah ke depan untuk Kali Bekasi,” tutupnya.

Pos terkait