Terkait Salah Vaksin Pada Pasien Bayi, Chairun Nisa Lakukan Peninjauan di Puskesmas Bintara Jaya

Puskesmas Bintara Jaya

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Terkait dengan kasus bayi salah vaksin di Puskesmas Bintara Jaya, Anggota Dewan Dapil 5 yang meliputi Bekasi Barat dan Pondok Gede Chairun Nisa langsung melakukan peninjauan dan bertemu dengan Kepala Puskesmas Bintara Jaya, Bekasi Barat.

Pihaknya menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjalankan fungsi dewan.

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui bahwa kasus ini bermula dari seorang bidan di Puskesmas Bintara Jaya yang keliru dalam memberikan vaksin kepada seorang bayi.

Dalam kunjungannya tersebut Chairun Nisa menanyakan sebab hal tersebut terjadi, “Ya saya hadir ke Puskesmas melakukan crosscheck perihal kejadian tersebut, bagaimana penjelasan detail di lapangan sampai hal itu terjadi,” Kamis (24/6/2026).

“Ternyata setelah ditanyakan memang kejadian tersebut benar terjadi di lapangan, bahwasannya terdapat kekeliruan dalam penyuntikan vaksin ke pasien. Dan saat ini bidan tersebut telah ditarik dalam kewenangan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk dilakukan pembinaan,” ujarnya.

Aleg PKS ini juga menjelaskan bahwa ibu korban, Andini seperti diketahui bersama melalui media sosialnya ia mengungkapkan bahwa pihaknya mendaftarkan anak untuk mendapatkan vaksin campak, selain itu suster yang menimbang bayi di Puskesmas Bintara Jaya juga telah melakukan konfirmasi kembali terkait bayi yang akan divaksinasi campak tersebut.

Namun kejadian di dalam saat disuntikkan bidan justru vaksin DPT, terkait hal ini ternyata bayi tersebut akhirnya mendapatkan dobel vaksin dpt karena sebelumnya telah dilakukan vaksin serupa di klinik swasta.

Ir. Hj. Chairun Nisa, saat mengecek tempat Cold Box Vaccine bersama Kapus Bintara Jaya

“Kepala Puskesmas menyampaikan kejadian di ruang vaksin bidan tidak melakukan rekonfirmasi ke ibu pasien sebelum menyuntik,” imbuhnya.

Seperti diketahui dalam berita dan konten yang beredar bahwa beberapa waktu setelah vaksinasi, kondisi bayi mengalami kejang dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

“Setelah saya konfirmasi ke Puskesmas, semua hal yang terjadi dalam pantauan pihak Dinas Kesehatan, dan pihak Puskesmas Bintara Jaya yang juga melakukan komunikasi intensif dengan korban,” terang Chairun Nisa.

Anggota Dewan dari Fraksi PKS ini menekankan agar hal serupa jangan sampai terulang kembali, menurutnya pencatatan secara administratif penggunaan buku vaksin ini juga harus betul-betul diperhatikan oleh semua pihak.

“Saya mendapatkan informasi bahwa semua prosedur telah dilalui, pada dasarnya telah memenuhi prosedur, semua prosedur telah dilalui, namun bidan di bagian vaksin hanya membuka buku KIA sekilas dan tidak memastikan ulang vaksin yang seharusnya diberikan,” terangnya.

Aleg PKS ini menekankan bahwa tantangan untuk seluruh petugas kesehatan, bahwa hal ini merupakan sebuah titik penting agar senantiasa meningkatkan kualitas perihal sumber daya manusia, karena hal ini menyangkut nyawa manusia, menyangkut kesehatan seseorang terlebih anak di usia dini yang tentu perlu menjadi perhatian.

“Sekali lagi saya merasa prihatin atas kejadian salah vaksin ini, terlebih pada bayi berumur sembilan bulan, dan meminta keseriusan Dinas Kesehatan untuk melakukan invetigasi dan mengambil tindakan tegas. Saya berharap semoga hal ini menjadi pembelajaran yang mahal untuk pihak puskesmas maupun Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar jangan sampai terulang kembali pada masa yang akan datang,” pungkasnya. (Rdk)

Pos terkait