FRAKSIPKSKOTABEKASI – Kamis (10/04/2025) Usai libur hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kota Bekasi menghadapi sebuah tantangan besar perihal masalah pengangguran di kota ini.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 mengatakan bahwa angka pengangguran di Kota Bekasi mencapai 7,9% atau sejumlah 104.170 jiwa dari total penduduk 2.039.296 jiwa.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bekasi harus memiliki upaya dan strategi yang efektif untuk selesaikan masalah pengangguran.
“Pemerintah harus memiliki program yang dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan masyarakat, sehingga mereka dapat bersaing di pasar kerja,” ujarnya.
“Kami memiliki beberapa ide untuk atasi pengangguran di Kota Bekasi, antara lain: Inkubator Bisnis dan Kerjasama dengan Perusahaan,” ujarnya.
“Inkubator Bisnis sendiri berfungsi untuk mendukung pengembangan UMKM di Kota Bekasi, sementara, Kerjasama dengan Perusahaan dimaksudkan untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat ber KTP Kota Bekasi,” terangnya.
Pihaknya juga mendorong agar Pemkot Bekasi proaktif terkait dengan banyaknya program-program bantuan sosial khusus untuk pengangguran dan juga menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 7,9% menjadi 4,5% pada tahun 2025 ini.
Selain itu Kamil juga menambahkan bahwa program-program yang dikembangkan harus dapat menarik minat generasi muda, seperti Gen Z dan Milenial.
“Program-program yang dikembangkan harus dapat memberikan kesempatan kerja yang menarik dan memiliki prospek yang bagus kedepannya, sehingga generasi muda dapat memiliki motivasi untuk bekerja dan meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Bekasi,” pungkasnya. (Rdk)
