Kota Bekasi Jadi Kota Pengidap HIV/AIDS Terbesar Kedua di Jabar, Muhammad Kamil: ini Warning untuk Kita Semua

Muhammad Kamil Syaikhu
Muhammad Kamil Syaikhu dalam interupsi saat sidang paripurna DPRD Kota Bekasi

FRAKSIPKSKOTABEKASI.ID – Dalam agenda Rapat Paripurna yang diselenggarakan di Gedung Parlemen DPRD Kota Bekasi pada Kamis (18/09/2025) yang dihadiri oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Ketua dan Pimpinan serta Anggota DPRD Kota Bekasi, juga oleh dinas dan unsur pemerintahan terkait.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Fraksi-PKS, Muhammad Kamil Syaikhu menyoroti maraknya info yang beredar perihal angka pengidap HIV/AIDS yang membengkak di Kota Patriot ini.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari infobekasi.coo tercatat bahwa Provinsi Jawa Barat memiliki populasi LGBT terbanyak, yaitu 300.198 orang. Di Kota Bekasi, dengan jumlah penduduk 2,53 juta jiwa (Sensus 2024), diperkirakan terdapat sekitar 9.033 orang LGBT atau 0,44 persen dari total populasi.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan, jumlah orang dengan HIV/AIDS di Kota Bekasi sekitar 6.000 kasus. Sementara, estimasi Kemenkes 2025 menunjukkan ada 564.000 orang dengan HIV di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 63 persen mengetahui statusnya dan 74,1 persen telah mendapat pengobatan ARV.

Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita yang sejak 2001 bergerak di Bekasi menyebutkan, jumlah LGBT di Kota Bekasi mencapai 6.176 orang yang tersebar di 12 kecamatan. Rinciannya, laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) sebanyak 5.776 orang dan waria 400 orang.

Menyikapi hal tersebut Anggota Dewan dari PKS menyampaikan dalam interupsinya bahwa hal ini harus menjadi warning untuk pimpinan di Kota Bekasi.

“Kota Bekasi menjadi kota terbanyak kedua dengan pengidap HIV di Jawa Barat, ini menjadi warning,  kalau tadi Pak Wali menyampaikan keseriusan terkait isu sampah, ini juga menjadi warning untuk kita bersama bahkan,” ungkapnya.

“Bahwa ada permasalahan serius yang harus ditangani dengan segera, bukan hanya HIV/AIDS tapi ada narkoba juga Pak Wali yang ini irisannya hampir sama, masalahnya bisa jadi dari pergaulan dan seks bebas yang tidak bisa dikendalikan,” tambahnya.

“Harapannya jika dahulu pernah kita dengar BNK Kota Bekasi, ini bisa dilakukan lagi di kota ini, dilakukan sebanyak mungkin pencegahan-pencegahan baik sosialisasi ke masyarakat, ke sekolah-sekolah, sehingga kekhawatiran kita terkait LGBT, Narkoba dan HIV/AIDS semoga bisa diminimalisir, harapannya hal ini bisa menjadi perhatian bagi Pak Wali dan Pak Wakil serta kita semua,” tutupnya. (Rdk)

Pos terkait