Seminar Pendidikan Politik PD Persis, Chairun Nisa Dorong Tanamkan Nilai Demokrasi dan Nilai Agama dalam Proses Pembelajaran

Persis
Chairun Nisa dalam agenda Seminar PD PERSIS Kota Bekasi

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Dalam agenda seminar yang digelar oleh PD Persis dengan tema “Optimalisasi Peran Guru Agama dalam Menanamkan Nilai-nilai Demokrasi terhadap Murid, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Fraksi PKS hadir sebagai pembicara pada Jum’at (24/10/2025).

Seminar ini menargetkan kaum pendidik, khususnya guru agama yang ada di Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Sementara sebagai narasumber, kegiatan ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari intelektual, anggota legislatif, dan birokrat yaitu Dr. Muslim Mufti, M.Si. (Dosen FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Ir. Hj. Chairun Nisa, M.M. (Anggota Legislatif DPRD Kota Bekasi), dan Drs. H. Agus Enap, M.Pd. (Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Kota Bekasi).

Chairun Nisa sebagai pemateri dalam seminar PD Persis Kota Bekasi

Chairun Nisa dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa guru agama memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, diantaranya dengan cara, menjadi role model penerapan nilai-nilai demokrasi.

“Hal ini seperti kebebasan berpendapat, kesetaraan, dan toleransi melalui kurikulum pendidikan agama. Saya juga mendorong agar hal ini diintegrasikan dengan penanaman nilai-nilai agama dan demokrasi dalam proses pembelajaran, sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi, dan terakhir agar para siswa didorong berpartisipasi aktif proses demokrasi yang damai dan berkelanjutan,” terangnya.

Sementara pembicara lainnya, Muslim Mufti yang merupakan Dosen FISIP UIN Sunan Gunung Jati pihaknya menekankan bahwa pengamalan nilai-nilai demokrasi bagi rakyat Indonesia dapat dilakukan melalui Pendidikan politik dalam tiga tahapan sistematis yang berkaitan satu sama lain yakni patriotic/ traditional political education, institutional political education, dan behavioristic political education.

Sementara Agus Enap menyimpulkan bahwa guru agama memiliki peran sentral, ia adalah pembentuk nilai, fasilitator dialog, sekaligus agen moderasi sehingga diperlukan strategi implentatif dalam bentuk pengembangan kurikulum kontekstual, pelatihan berkelanjutan bagi guru, pembelajaran partisipatif, dan kolaborasi lintas agama.

Dilain pihak Ketua PD Persis Kota Bekasi menyampaikan bahwa Kota Bekasi sebagai wilayah urban dengan keragaman sosial membutuhkan pendekatan literasi politik yang kontekstual dan berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Oleh karena itu, seminar ini diadakan untuk memperkuat kapasitas guru agama dalam memahami dan menginternalisasi literasi politik secara konstruktif,” pungkasnya seperti dikutip dari faktaintegritas.com.

Pada akhir acara, semua sepakat bahwa politik dan pendidikan adalah nafas masyarakat, keduanya berjalan beriring bersamaan.

Diperlukan pendidikan politik yang masif dan berkelanjutan agar proses politik memunculkan politisi handal dan berpihak pada kesejahteraan masyakat, guru agama memiliki tugas dan tanggung jawab dalam menciptakan pembelajaran yang dapat menumbuhkan dan menginternalisasi nilai-nilai demokrasi terhadap murid melalui pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran yang beragam dan menyenangkan.

Pos terkait