FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Anggota Dewan Dapil Kota Bekasi 3 yang meliputi Mustikajaya, Rawalumbu, dan Bantar Gebang, Siti Mukhliso menghadiri undangan agenda Vestma 2026 yang diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Masjid (IREMA) Angkatan 2 Masjid Al-Musthofa Perumahan Mayang Pratama, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya.
Agenda yang digelar pada Sabtu (28/02/2026) tersebut dihadiri pula oleh DKM Masjid Al-Musthofa, beserta para tokoh dan ibu-ibu di lingkungan tersebut.
Dewan Perempuan PKS dari Komisi IV DPRD Kota Bekasi tersebut menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukan pada agenda Vestma 2026 bisa menjadi sarana yang sangat baik untuk menyampaikan informasi, memberikan edukasi kepada masyarakat agar apa saja yang dibutuhkan terkait dengan pelayanan dasar dari Pemerintah Kota Bekasi dapat diserap aspirasinya.
“Mendengarkan warga, menyerap aspirasi tidak harus dalam momentum agenda reses dewan saja, dalam berbagai momentum bisa kita lakukan, termasuk salah satunya dalam agenda ini,” ujar Siti Mukhliso mengapresiasi acara yang dilaksanakan oleh Irema Masjid Al-Musthofa Mayang Pratama tersebut.
“Banyak sekali momentum untuk seorang dewan dapat turun ke masyarakat, bersilaturahmi, turun ke daerah pemilihan dalam berbagai acara, semoga amanah yang diemban ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat seluas-luasnya,” ujarnya.
Tak hanya itu dewan bergelar doktor yang kerap memberikan tausiyah dan membina banyak majelis taklim tersebut juga menyampaikan terkait dengan kebaikan bulan Ramadan dalam membentuk karakter terbaik untuk seseorang.
“Dalam sebuah penelitian nih ya ibu-ibu bahwasannya dibutuhkan waktu selama 21 hari untuk bisa membentuk kebiasaan positif seorang manusia,” ujarnya.
“Nah saat ini pada bulan Ramadan bukan hanya 21 hari, tetapi 30 hari akan kita lalui dalam berbagai kebiasaan yang luar biasa. Sungguh teori-teori tentang kebaikan perbuatan, atau kesuksesan itu di Islam sudah sangat-sangat lengkap ya bapak-ibu,” terang tokoh yang akrab disapa Ustazah Ice ini.
“Jadi tidak perlu kita mencari lagi terkait konsep-konsep kesuksesan, teori-teori, dan lain sebagainya. Karena kesuksesan yang paling tinggi adalah bukan tentang jabatan, bukan tentang kedudukan, bukan tentang posisi, bukan juga tentang materi, karena kesuksesan itu apalagi kalau tolak ukurnya adalah apa yang terlihat di medsos, kadang-kadang kita jadi lieur ya, jadi kabur nilai-nilai kebaikannya,” terangnya.
“Hal tersebut karena kita menilai kesuksesan berdasarkan materi, kesenangan, dan lain sebagainya, serta bukan dari nilai, tapi bentuk kesenangan manusia, jadi kabur nilainya,” tutupnya. (Rdk)
