FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Rabu (08/04/2026) lalu, Anggota Dewan Dapil Kota Bekasi 3 yang meliputi Mustikajaya, Rawalumbu, dan Bantargebang melakukan takziyah ke rumah duka dari seorang siswa yang Bernama Sapta Prihantono, yang merupakan siswa kelas X Teknik Mesin, dari SMK Negeri 15 Kota Bekasi yang menjadi korban dan akhirnya berpulang dalam insiden kebakaran di SPBE Cimuning, Mustikajaya.
Tak hanya Septa, hari ini Kamis (09/04/2026) kakak Septa, Aulia Putri yang juga merupakan lulusan SMK Negeri 15 Kota Bekasi angkatan 7 harus berpulang setelah mendapatkan perawatan di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi.
“Kemarin saya bersilaturahmi ke keluarga salah satu korban kebakaran SPBE Cimuning, namanya Sapta Prihantono, berselang satu hari kakak dari Septa yakni Aulia hari ini juga berpulang, innalillahi wainna ilaihi raaji’un,” ungkap Siti Mukhliso.
“Saya berdo’a semoga Ananda Sapta dan Aulia, Allah berikan tempat yang terbaik di sisi-Nya, diberi ampunan dan rahmat oleh Allah Subhanahu Wa Ta‘ala, aamiin yaa Rabbal alaamiin,” imbuhnya.
Pihaknya menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa yang harus merenggut generasi muda Kota Bekasi. Seperti diketahui bahkan selain septa, ayah dan ketiga kakaknya juga menjadi korban.
Pihaknya menekankan bahw kejadian ini menjadi sebuah pelajaran yang sangat mahal bagi penyelenggara pemerintahan khususnya Pemkot Bekasi, “Sekali lagi saya menekankan, agar hal ini, kejadian ini, dapat menjadi pembelajaran khusus bagi penyelenggara pemerintahan, harus ada evaluasi besar terkait beroperasinya SPBE dan berbagai hal lain yang memiliki resiko besar terlebih di lingkungan padat penduduk.”.
“Peristiwa seperti ini tidak boleh berulang, dan harus ada antisipasi agar pada masa mendatang tidak terjadi kembali,” tegasnya.
“Selain itu harus ada jaminan pengobatan bagi para korban yang masih dirawat hingga sembuh, serta perbaikan semua asset korban yang rusak akibat pristiwa kebarakan,” pungkasnya. (Rdk)
