FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bekasi membutuhkan ruang yang lebih luas untuk tumbuh, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Upaya mendampingi pelaku usaha ini mengemuka dalam audiensi komunitas Jawara Muda Kota Bekasi bersama Ketua DPRD Kota Bekasi dan anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa, pada Rabu (09/09/2026)
Jawara Muda Kota Bekasi merupakan wadah besar yang menaungi sekitar 3.500 pelaku usaha dari berbagai sektor, mulai dari kuliner hingga ekonomi kreatif yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bekasi.
Dalam pertemuan tersebut, Chairun Nisa yang juga dipercaya menjadi salah satu pembina Jawara Muda Kota Bekasi menekankan bahwa besarnya jumlah UMKM harus diimbangi dengan kolaborasi kuat antara pemerintah, DPRD, Dekranasda, serta berbagai komunitas pendukung.
Chairun Nisa menilai masih banyak potensi kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang promosi produk lokal, salah satunya kawasan Plaza Patriot Chandrabhaga.
Selain itu, momentum agenda besar daerah seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) juga diproyeksikan menjadi peluang emas bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Sebagai anggota Komisi III yang membidangi perekonomian dan pendapatan daerah, ia menegaskan bahwa penataan lokasi usaha pedagang harus diiringi dengan pendataan yang akurat.
Data tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan, pendampingan, hingga sertifikasi produk yang sesuai dengan kebutuhan riil para pelaku usaha di lapangan.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pola pembinaan UMKM juga didorong untuk bertransformasi. Menurut Chairun Nisa, pendekatan lama harus mulai ditinggalkan dan digantikan dengan program bimbingan berbasis digital, pemasaran media sosial, serta pengembangan merek.
Hal ini menjadi krusial mengingat tinggi populasi generasi muda dan Gen Z di Kota Bekasi yang membutuhkan akses pasar digital agar mampu memiliki daya saing yang lebih kuat. (Rdk)





