FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Rabu (05/03) Anggota Dewan Fraksi-PKS Siti Mukhliso bersama dengan jajaran Komisi IV melakukan audiensi bersama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bekasi.
Pada pertemuan tersebut pihaknya banyak mendapatkan informasi dan masukan terkait dengan kondisi, jumlah pengidap HIV-AIDS dan berbagai hal yang harus di perhatikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.
Ia menjelaskan bahwa pada 2024 lalu terdapat 532 kasus HIV di Kota Bekasi, dan di dominasi oleh laki-laki.
“Penularan terbanyak dalam hal ini terjadi melalui jarum suntik dan seks yang tidak aman termasuk salah satunya LSL (lelaki suka lelaki),” tegasnya.

Tak hanya itu ia pun menjelaskan bahwa jumlah ODA Aids di Kota Bekasi meningkat dan jumlahnya terbanyak kedua se-Jawa Barat.
“Perlu perhatian serius terkait hal ini dari Pemerintah Kota Bekasi, penyebarannya harus dihentikan,” ungkapnya.
Anggota Dewan Dapil Mustika Jaya, Rawalumbu dan Bantargebang ini mendorong agar Pemkot Bekasi menjadi garda terdepan sebagai penjaga moral, nilai budaya bangsa.
“Mari sebagai orang tua, berawal dari keluarga semuanya dibentuk dan dijaga, karena keluarga unit sosial terkecil terbangunnya sebuah masyarakat. Baik buruknya masyarakat ditentukan oleh kualitas sebuah keluarga, karenanya bukanlah hal berlebihan sekiranya ketahanan keluarga menjadi basis orientasi pembangunan di Kota Bekasi, utamanya dalam menjadikan moral center,” pungkasnya. (Rdk)





