Dewan PKS Dorong Pemkot Bekasi Prioritaskan Penanganan Kemacetan Ekstrem di Simpang KCM-Jembatan Besi

Muhammad Kamil Syaikhu
Muhammad Kamil Syaikhu dalam interupsi saat sidang paripurna DPRD Kota Bekasi

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, yang juga merupakan Anggota Dewan Dapil Kota Bekasi 2, yang meliputi Bekasi Utara dan Medan Satria, Muhammad Kamil Syaikhu, menyampaikan rasa prihatinnya usai berulang kali terjadi kemacetan ekstrem di Simpang KCM, Teluk Pucung sampai Jembatan Besi, yang menuju Karang Satria, Tambun Utara.

Pihaknya mengatakan bahwa persoalan ini sudah berulang dan berlangsung cukup lama, dan hal ini membutuhkan langkah nyata dari pemerintah.

Bacaan Lainnya

“Kemacetan yang terjadi di ruas Simpang KCM sampai Jembatan Besi bukan lagi sekadar persoalan kenyamanan berlalu lintas, tetapi telah berdampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kemacetan yang berlangsung berjam-jam telah menyebabkan banyak pekerja terlambat masuk kantor maupun pabrik, bahkan ada yang baru tiba setelah lebih dari tiga jam perjalanan. Kondisi ini tentu merugikan masyarakat, baik dari sisi waktu, ekonomi, maupun kualitas hidup.

Selain itu, dampak kemacetan juga dirasakan oleh para pelajar. Tidak sedikit anak yang akhirnya terlambat bahkan memilih tidak masuk sekolah karena waktu belajar sudah banyak terlewat akibat terjebak antrean kendaraan.

Muhammad Kamil Syaikhu menegaskan bahwa penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya melalui rekayasa lalu lintas. Diperlukan pembangunan infrastruktur yang mampu meningkatkan kapasitas jalan agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lebih lancar.

“Saya mendorong adanya pelebaran jalan serta pembangunan jembatan baru sebagai solusi jangka panjang. Karena jalur ini menghubungkan wilayah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi, maka dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara kedua pemerintah daerah agar penanganannya dapat dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Ia juga berharap usulan pembangunan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan masuk dalam pembahasan anggaran, sehingga pelaksanaannya dapat segera direalisasikan, paling tidak mulai diprioritaskan pada tahun anggaran mendatang.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban kemacetan setiap hari.  Infrastruktur harus dibangun sesuai dengan kebutuhan dan pertumbuhan jumlah kendaraan. Saya akan terus mendorong agar persoalan ini menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan pembangunan demi memberikan kenyamanan dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tutup Muhammad Kamil. (Rdk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *