Anggota DPRD Kota Bekasi Minta Penguatan Bank Sampah di Setiap RW untuk Cegah Kebakaran di Musim Kemarau

Kebakaran

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Peristiwa kebakaran yang terjadi di RW 03 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih menjadi pengingat bahwa musim kemarau membawa risiko tinggi terhadap kebakaran, terutama yang dipicu oleh aktivitas membakar sampah.

“Sebagai Anggota DPRD Kota Bekasi, saya menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan berharap seluruh warga yang terdampak diberikan ketabahan serta segera mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujarnya pada Senin (27/07/2026) di RW 03, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jatiasih saat meninjau lokasi kebakaran.

Bacaan Lainnya

“Kondisi musim kemarau membuat rumput-rumputan, tumpukan sampah, dan lahan kosong menjadi sangat mudah terbakar. Karena itu, saya mengimbau masyarakat agar tidak lagi membakar sampah, baik di lingkungan rumah, lahan kosong, maupun area terbuka lainnya. Kebiasaan ini dapat berubah menjadi bencana yang merugikan banyak pihak,” bebernya.

Pihaknya menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi sejumlah kebakaran di beberapa wilayah Kota Bekasi, seperti yang baru ditinjau yakni Jatiluhur-Jatiasih, Rawapanjang-Rawalumbu, dan Jatibening-Pondok Gede.

Karena itu, pihaknya meminta agar setiap warga menumbuhkan kesadaran bersama untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan cara pengelolaan sampah yang lebih aman.

Ii Marlina mendorong agar kondisi seperti saat ini harus menjadi momentum evaluasi bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk memperkuat upaya pencegahan kebakaran melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Salah satu langkah konkret yang perlu didorong adalah mengoptimalkan keberadaan Bank Sampah di setiap RW.

Kebakaran
H. Ii Marlina, S.Pd., tinjau kebakaran rumah warga di RW 003, Jatiluhur, Jatiasih

“Program Dana Hibah RW dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sepanjang penggunaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan petunjuk teknis yang berlaku. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan sarana pemilahan sampah, peralatan operasional, kegiatan edukasi warga, maupun penguatan kelembagaan Bank Sampah,” papar Bendahara Fraksi-PKS tersebut.

Politisi perempuan PKS ini juga mengatakan, bahwa Bank Sampah bukan hanya berfungsi mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menjadi solusi nyata untuk mengurangi praktik pembakaran sampah, membangun kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya, serta memberikan nilai ekonomi bagi warga.

“Saya juga meminta Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup, aparat kecamatan, kelurahan, serta para Ketua RT dan RW untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar sampah, khususnya selama musim kemarau. Selain itu, perlu dilakukan pemetaan terhadap titik-titik yang rawan kebakaran agar langkah pencegahan dapat dilakukan lebih dini,” ujarnya.

Ii Marlina juga mengajak, bahwa mencegah kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dengan meningkatnya kesadaran warga dan didukung kebijakan pemerintah yang tepat, saya yakin Kota Bekasi dapat menjadi kota yang lebih bersih, lebih aman, dan lebih tangguh dalam menghadapi musim kemarau.

“Musibah di RW 03,  Jatiluhur harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Sudah saatnya budaya membakar sampah kita tinggalkan dan diganti dengan budaya memilah, mengelola, serta memanfaatkan sampah melalui Bank Sampah. Pencegahan selalu lebih baik daripada penanggulangan. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (Rdk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *