FPKSDPRDKOTABEKASI.ID – Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa yang mewakili Ketua DPRD Kota Bekasi menghadiri agenda Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas (Portadin) Kota Bekasi dalam event Entrepreneur Hub di Ibis Hotel, Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi.
“Saya Chairun Nisa, hari ini hadir di agenda entrepreneur hub di acara yang diselenggarakan oleh Portadin (Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia) yang diselenggarakan di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi pada Kamis (09/10/2025).
“Saya mewakili DPRD Kota Bekasi, hari ini bertemu langsung dengan orang tua dan anak-anak yang Allah kasih kelebihan luar biasa, kita bisa melihat nanti pada bazar banyak sekali produk yang mereka buat luar biasa bagusnya,” tambahnya.
“Saya sangat mengapresiasi orang tua yang sungguh-sungguh menggali potensi anak, dan juga pada bunda-bunda tercinta pun begitu kuat dalam pertahanan ekonomi keluarga dalam dunia entrepreneur. Selamat kepada Portadin Indonesia, Kota Bekasi,” ungkap Chairun Nisa.

Kegiatan ini berkolaborasi bersama dengan Kementerian UMKM dengan tema Penguatan Ekosistem Bisnis Wirausaha Bagi Penyandang Disabilitas.
Agenda ini dihadiri oleh dua istri menteri selaku dewan pembina Portadin. Keduanya yaitu, Agustina Hastarini, istri Menteri UMKM Maman Abdurahman dan Fatma, istri Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Hadir pula Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah, Kadis UMKM Herbert Panjatan, Ketua Umum Portadin Hendratmoko, dan istri Wali Kota Bekasi Wiwiek Hargono.

Ketua Portadin Kota Bekasi, Nur Indah Harahap, menjelaskan agenda ini merupakan upaya untuk memberi akses bagi orangtua anak penyandang disabilitas untuk membangun mindset dan ekosistem bisnis wirausaha.
“Adanya produk hasil kolaborasi anak dan orang tua ini, diharapkan akan melahirkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk berkontribusi” ungkap penggerak masyarakat disabiitas yang akrab disapa Kak Nun ini.
Pihaknya berharap setelah acara, dapat terbangun kolaborasi dan jembatan penghubung yang berkelanjutan antara entrepreneur penyandang disabilitas dengan pihak pemerintahan, swasta untuk membuka akses permodalan, pelatihan dan pemasaran. (Rdk)





