Aleg Fraksi-PKS Soroti Budaya Religi PNBK dan Pengadaan Laptop Posyandu

PNBK

FPKSDPRDKOTABEKASI.ID — Anggota DPRD Kota Bekasi, Alimudin, menyampaikan dua perhatian dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (10/9/2026). Ia meminta evaluasi terhadap pelaksanaan Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) sekaligus mendorong percepatan pengadaan laptop bagi Posyandu.

Minta PNBK Beri Ruang Budaya Religi

Bacaan Lainnya

Alimudin menilai PNBK perlu menjadi ruang yang lebih inklusif dengan menampilkan beragam ekspresi budaya masyarakat Bekasi, termasuk kesenian religi seperti marawis, kasidah, dan rebana.

“Kita perlu melihat budaya secara utuh. Marawis, kasidah, rebana dan seni religi lainnya sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia,” ujar Alimudin seperti dikutip dari Caraka News.

Ia berharap evaluasi PNBK dapat melahirkan konsep yang mampu merepresentasikan keberagaman, kearifan lokal, nilai religius, serta karakter masyarakat Kota Bekasi.

“Jangan hanya menampilkan satu perspektif budaya, tetapi berikan ruang bagi seluruh ekspresi budaya masyarakat Bekasi, termasuk budaya religi,” katanya.

Dorong Percepatan Laptop untuk Posyandu

Selain persoalan budaya, Alimudin menyoroti belum terserapnya anggaran pengadaan laptop untuk Posyandu. Ia meminta Pemkot Bekasi mempercepat proses tersebut agar fasilitas dapat segera digunakan kader.

“Perencanaan terkait pengadaan laptop ini terkesan masih lambat. Sampai bulan ini, anggarannya juga belum terserap,” jelasnya.

Menurut Alimudin, kebutuhan perangkat digital semakin penting karena kader Posyandu kini menangani pendataan masyarakat yang semakin kompleks. Laptop dinilai dapat membantu pencatatan, pembaruan, dan pengelolaan data agar pelayanan lebih efektif.

“Ini bagian dari kebutuhan zaman. Posyandu juga harus didukung dengan sarana yang memadai agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif,” katanya.

Dua perhatian tersebut menunjukkan dorongan Alimudin agar pembangunan Kota Bekasi berjalan seiring: mengikuti perkembangan teknologi dalam pelayanan publik, sekaligus tetap menjaga keberagaman budaya yang hidup di tengah masyarakat. (Rdk)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *