FRAKSIPKSKOTABEKASI – Kota Bekasi dihadapkan dengan musim penghujan di tahun 2021, pemerintah kota Bekasi melalui dinas BMSDA harus melakukan langkah antisipasi dampak musim penghujan.
“Dinas BMSDA memiliki anggaran terbanyak yakni sebesar 790 Milliar Rupiah pada APBD kota Bekasi.” ujar Syaifudin.
Potensi-potensi yang menjadi langganan atau dampak musim penghujan di kota Bekasi adalah banjir dan potensi kerusakan jalan.
“Untuk potensi kerusakan jalan perlu langkah-langkah antara lain BMSDA melalui Bidang Bina Marganya harus memperbanyak tim URC untuk memonitor lokasi yang berpotensi menimbulkan genangan air dan kerusakan jalan.” jelas Syaifudin.
“Ini sangat dibutuhkan dalam kondisi musim hujan seperti ini khususnya jalan-jalan protokol dan jalan lingkungan yang ada di kota Bekasi, ketika musim hujan selain berpotensi mengakibatkan kecelakaan pada masyarakat pengguna tentu akan mengakibatkan kerusakan jalan.” tambah Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi tersebut.
Syaifudin menambahkan, “BMSDA melalui bidang sumber daya air ini harus bersegera membuka komunikasi dan koordinasi dengan PUPR Pusat, BBWS atau KP2C selaku otoritas yang memiliki program untuk menormalisasi sungai di Bekasi ini, hal ini mumpung musim hujan belum begitu besar.”.
“Sehingga perlu kesepakatan dan Langkah-langkah untuk realisasi dari rencana normalisasi yang telah dicanangkan tahun 2020 oleh Menteri PUPR melalui BBWS untuk menormalisasi Sungai Bekasi dapat mengantisipasi aliran sungai, baik dari Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi.”
“Karena kita tahu banjir luar biasa terjadi pada awal tahun 2020 lalu karena aliran yang sangat tinggi dari kedua sungai tersebut.” terang Saifudin.
“Disamping juga Kota Bekasi sudah meimiliki perda drainase, sehingga aliran air dari masyarakat bisa mengalir lancar menuju Sungai Bekasi Ketika sudah di normalisasi nantinya.”
Komisi II DPRD Kota Bekasi selaku mitra dari BMSDA akan mensupport dan melakukan pengawasan serta koordinasi atas langkah-langkah yang diambil oleh BMSDA.
Untuk itu Komisi II DPRD Kota Bekasi telah melakukan rapat-rapat koordinasi untuk pelaksanaan program di tahun 2021 termasuk di dalamnya banyak masukan yang telah disampaikan berkaitan dengan potensi kerusakan jalan akibat musim hujan dan banjir di Kota Bekasi.
“Ini perlu dipastikan Langkah-langkahnya untuk realisasi meskipun dilakukan dengan proyek bertahap, sehingga antisipasi bisa mengurangi dampak banjir nantinya.”, tutup Syaifudin.





