Koperasi, Obat Resesi Ekonomi Negeri Dikala Pandemi

 

FRAKSIPKSKOTABEKASI. – Kondisi pandemi yang belum ada tanda-tanda penurunan membuat perekonomian di Indonesia begitu terdampak.

Bacaan Lainnya

Di kota Bekasi sendiri per 31 Desember 2020 lalu sebanyak 2.935 orang terdampak pandemi (Republika : 01/02).

Sebagai sokoguru perekonomian di Indonesia, koperasi merupakan sendi dasar dan wujud DNA semangat gotong royong yang sudah tertanam dalam masyarakat indonesia.

Hal ini disadari oleh para pendiri bangsa, oleh karenanya maka dengan inisiatifnya ia kemudian dijadikan sebagai salah satu basis manajemen perekonomian utama yang dituangkan dalam UUD 45.

Hal ini disampaikan oleh Daradjat Kardono, anggota DPRD Kota Belasi, saat memberikan sambutan dalam RAT (Rapat Akhir Tahun) Koperasi Syariah Menuju Sejahtera di kawasan Jatiranggon, Jatisampurna Ahad (31/01) yang lalu.

“Di tengah kondisi pandemi yang masih dirasakan semakin berkepanjangan saat ini, dan dampaknya memukul sektor perekonomian tentunya, maka keberadaan koperasi sebagai mitra perekonomian di masyarakat kita semakin sangat dirasakan keberadaannya.”, ujar Daradjat.

Koperasi berhasil eksis dan tetap tumbuh secara positif, sebagaimana yang disampaikan dan ditunjukkan dalam laporan tahunan pertanggungjawaban koperasi Syariah Menuju Sejahtera tahun 2020, baik nilai SHU maupun aset koperasinya serta indikator lainnya.

“Melihat perkembangan isu bisnis berbasis digital saat ini maupun kedepannya, maka koperasi juga harus bisa ikut berkembang mengiringi tren tersebut dan ikut mengantisipasinya dari sekarang. Sehingga kedepannya keberadaan koperasi tetap bisa berkembang dengan baik tentunya.”, ujar Daradjat.

“Dengan tumbuhnya marketplace secara digital saat ini maka pola komunikasi dan interaksi dalam pengelolaan koperasi niscaya akan lebih baik lagi dan produktif kedepannya.”, tambah Daradjat dalam sambutannya.

“Semoga hal ini menjadi sebuah indikasi kuat bahwa koperasi adalah mitra yang sangat tepat bagi Bangsa Indonesia di tengah berbagai kesulitan yang sedang mendera dan tidak dikala situasi yang normal saja.”, tutup Daradjat. (RDK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *